BUDAYA  

Tulak Tunggul: Simbol Keteguhan dan Persatuan dari ST Sentana Luhur

Tulak Tunggul: Simbol Keteguhan dan Persatuan dari ST Sentana Luhur
Ogoh-ogoh Tulak Tunggul karya Sekaa Teruna Teruni (STT) Sentana Luhur.

Dalam deskripsi resminya, Tulak Tunggul digambarkan sebagai simbol keteguhan, perlindungan, dan persatuan. Ia diwujudkan dalam sosok pohon beringin magis yang sarat kekuatan spiritual, menjadi penjaga identitas wilayah dan cermin reflektif akan esensi keberagaman dan persatuan.

Filosofi Rwa Bhineda baik dan buruk, siang dan malam, matahari dan bulan tertuang dalam kain poleng hitam-putih yang menyelimuti ogoh-ogoh ini. Simbol dualitas ini juga merepresentasikan prinsip Subha-Asubha Karma (benar dan salah), yang menjadi bagian penting dalam kebudayaan Bali dan menjadi dasar dari kata Tulak itu sendiri.

Konsep Upeksha atau sikap netral juga tergambar jelas melalui posisi duduk ogoh-ogoh, melambangkan ketenangan dan keseimbangan di tengah beban kehidupan. Posisi ini sekaligus mencerminkan kekokohan pohon yang mampu bertahan dalam waktu lama, dengan mahkota di atas kepala sebagai lambang keagungan.

Lebih jauh, Tulak Tunggul juga menggambarkan perjalanan menuju Akatayang, metafora dari persatuan berbagai pemikiran yang berbeda namun tumbuh dalam satu batang kehidupan. Hal ini menjadi semangat utama STT Sentana Luhur, yang ingin berkarya atas nama budaya dan menyatukan berbagai sudut pandang, karakter, serta pemikiran dalam satu akar yang kokoh itulah makna Tunggul.**

Team Redaksi
Author: Team Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *