Hima Persis Ingin Kader Menjadi Pelaku Pembangunan
Ketua PW Hima Persis DKI Jakarta Ihsan Abdul Haq menyambut baik ajakan tersebut. Menurutnya, kader Hima Persis harus memiliki orientasi lebih jauh, bukan hanya menjadi penerima manfaat dari berbagai program pemerintah, tetapi juga dipersiapkan menjadi bagian dari orang-orang yang kelak merancang dan mengawal kebijakan publik.
“Hima Persis harus hadir untuk memastikan bahwa kader-kadernya bukan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga kelak menjadi bagian dari orang-orang yang merancang, mengelola, mengawal, dan memperbaiki kebijakan tersebut,” ujar Ihsan.
Ia menilai, banyak kader Hima Persis Jakarta memiliki latar belakang pendidikan yang dapat menjadi modal penting untuk berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia Jakarta.
“Apalagi kita memiliki banyak kader Hima Persis yang memiliki latar belakang pendidikan. Mereka adalah calon guru, akademisi, peneliti, birokrat, penggerak masyarakat, dan pemimpin masa depan,” kata Ihsan.
Ihsan berharap ke depan kader Hima Persis Jakarta dapat mengambil peran lebih luas dalam ekosistem pendidikan Jakarta melalui berbagai bentuk kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat.
“Saya berharap suatu hari nanti kader Hima Persis Jakarta dapat berada di dalam ekosistem pendidikan Jakarta, berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, maupun berbagai lembaga lainnya untuk ikut mengerjakan kerja-kerja peradaban,” tuturnya.
Menurut Ihsan, pembangunan Jakarta tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik, infrastruktur, maupun kemajuan teknologi. Pembangunan manusia menjadi fondasi utama bagi Jakarta untuk menjadi kota global.
“Karena membangun Jakarta bukan hanya membangun jalan, gedung, transportasi, atau teknologi. Membangun Jakarta pada akhirnya adalah membangun manusianya,” tegas Ihsan.
Melalui momentum Muswil IX, Hima Persis Jakarta berkomitmen memperkuat kapasitas kader dalam bidang akademik, organisasi, teknologi, dan pengabdian masyarakat, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan di Jakarta.




