Dante menambahkan, komunikasi yang efektif antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan media menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi dan protokol kesehatan.
“Informasi yang akurat dan terpercaya akan membentuk pemahaman masyarakat yang baik, sehingga program kesehatan dapat berjalan optimal,” pungkasnya.
Anggapan bahwa imunisasi hanya diperlukan bagi anak-anak masih banyak ditemui di masyarakat. Padahal, vaksinasi sejatinya penting dilakukan sepanjang usia, tidak hanya untuk mencegah penyakit menular, tetapi juga penyakit tidak menular.
“Seperti imunisasi HPV misalnya, ini untuk mencegah terjadinya kanker rahim di masa yang akan datang,” ujar Dante.
Ia menegaskan, di era modern, manfaat imunisasi semakin luas seiring perkembangan ilmu kedokteran. Vaksin kini menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan berbagai penyakit serius.
Namun demikian, Dante menyoroti masih maraknya fenomena infodemik pada tahun 2026, yakni penyebaran informasi keliru terkait vaksinasi. Menurutnya, derasnya arus informasi yang tidak akurat dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap pentingnya imunisasi.
“Infodemik, disrupsi informasi yang begitu masif membuat beberapa informasi tentang imunisasi itu menjadi salah. Diharapkan kedatangan teman-teman jurnalis ini bisa meluruskan informasi, sehingga menyadarkan masyarakat untuk datang ke sentra-sentra vaksin,” harapnya.
Ia pun mengajak media dan jurnalis untuk berperan aktif dalam menyampaikan informasi yang benar dan terpercaya, guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi di setiap tahap kehidupan.*
(Ls)




