WFH Jadi Solusi Cepat Tekan BBM, Pemerintah Fokus Transisi Energi Jangka Panjang. Menurut Nico, penerapan WFH merupakan bentuk quick relief untuk merespons situasi saat ini secara cepat dan terukur.
Jakarta, Indonesia jurnalis – 2 April 2026 – Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan work from home (WFH) merupakan langkah taktis jangka pendek untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) harian, tanpa mengganggu produktivitas maupun pelayanan publik.
Staf Khusus Wakil Presiden, Nico Harjanto, dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa berbagai masukan dari tokoh bangsa, termasuk Jusuf Kalla yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden periode 2004–2009 dan 2014–2019, menjadi perhatian penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan.
Menurut Nico, penerapan WFH merupakan bentuk quick relief untuk merespons situasi saat ini secara cepat dan terukur. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengurangi tekanan konsumsi energi tanpa mengorbankan stabilitas aktivitas ekonomi dan layanan masyarakat.
Namun demikian, pemerintah tetap menyiapkan solusi yang lebih mendasar dalam jangka menengah dan panjang. Fokus utama diarahkan pada percepatan transisi energi, seperti pengembangan ekosistem kendaraan listrik, pemanfaatan bioenergi B50, serta penguatan infrastruktur dan kapasitas produksi BBM dalam negeri.
“Langkah cepat dilakukan untuk mengurai krisis hari ini tanpa mengganggu stabilitas perekonomian nasional, sekaligus terus membangun kedaulatan energi untuk masa depan,” ujar Nico.
Pemerintah memastikan bahwa upaya jangka pendek dan strategi jangka panjang berjalan beriringan demi menciptakan sistem energi yang lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan.
Tekanan geopolitik di kawasan Asia Barat yang berdampak di semua Negara.
Sementara itu, Staf Khusus Wakil Presiden, Tina Talisa di keterangan tertulisnya juga meyampaikan, saat ini dunia menghadapi tekanan geopolitik di kawasan Asia Barat, yang sudah berlangsung lebih dari satu bulan dan berdampak pada banyak negara, termasuk Indonesia, utamanya pada sektor energi. Pemerintah terus memantau perkembangan ini dan mengambil langkah yang proporsional, terukur, dan adaptif.




