NEWS  

Ketegangan Memuncak di Selat Hormuz, Iran Batasi Akses Kapal dan Gunakan Jalur Strategis sebagai Alat Geopolitik

Ketegangan Memuncak di Selat Hormuz, Iran Batasi Akses Kapal dan Gunakan Jalur Strategis sebagai Alat Geopolitik
Ketegangan Memuncak di Selat Hormuz, Iran juga dilaporkan mulai memberlakukan biaya tambahan atau semacam “toll fee” bagi kapal komersial tertentu yang tetap diizinkan melintas
Ketegangan Memuncak di Selat Hormuz, Iran Batasi Akses Kapal, Di lapangan, sejumlah kapal dari negara yang dianggap bersahabat, seperti India, masih dapat melintasi Selat Hormuz.

INTERNASIONAL, Indonesia jurnalis – Situasi di Selat Hormuz pada periode 24–25 Maret 2026 dilaporkan berada dalam kondisi tegang menyusul konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang mulai memanas sejak akhir Februari 2026. Dalam perkembangan terbaru, Iran menerapkan pembatasan ketat yang secara efektif membatasi akses pelayaran bagi negara-negara tertentu.

Di antara kapal-kapal tersebut terdapat kapal-kapal dari India dan Pakistan, yang menunjukkan pola navigasi yang semakin meningkat di wilayah tersebut.

“Terdapat pola yang jelas dan mudah dikenali dari beberapa kapal yang melintas,” kata Richard Meade, pemimpin redaksi Lloyd’s List , dalam sebuah wawancara, mengutip Al Mayadeen, Sabtu (21/3/2026).

Kebijakan tersebut membuat jalur strategis ini hanya dapat dilintasi secara selektif. Iran menyatakan bahwa kapal dari negara yang tidak dianggap sebagai musuh masih diperbolehkan melintas, dengan syarat melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan otoritas setempat. Sejumlah negara yang disebut masih mendapat akses terbatas antara lain India, Pakistan, Turki, China, Malaysia, dan Irak.

Sebaliknya, kapal yang berafiliasi dengan Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara sekutu Barat yang dinilai terlibat dalam serangan terhadap Iran, dilarang melintas. Larangan ini menjadi bagian dari respons Teheran terhadap eskalasi konflik yang terjadi.

Redaksi
Author: Redaksi

Baca Juga  Aktivis, Mahasiswa, Tokoh Adat Berkumpul Diskusikan Ketahanan Pangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *