Lepas Pawai Paskah Akbar 2026, Wapres Dorong NTT Jadi Destinasi Wisata Rohani Unggulan

Lepas Pawai Paskah Akbar 2026, Wapres Dorong NTT Jadi Destinasi Wisata Rohani Unggulan
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming secara resmi melepas Pawai Paskah Raya 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (06/04/2026)
Lepas Pawai Paskah Akbar 2026, Wapres Dorong NTT Jadi Destinasi Wisata Rohani Unggulan, penguatan infrastruktur, pelibatan UMKM dan masyarakat lokal

NTT , Indonesia jurnalis – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming secara resmi melepas Pawai Paskah Raya 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (06/04/2026). Mengusung tema “Cahaya Damai dari Gerbang Selatan Nusantara”, perayaan ini merefleksikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga persatuan, mempererat toleransi, serta mengoptimalkan potensi daerah sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat persatuan nasional dan mendorong pemerataan ekonomi berbasis potensi daerah, Wapres menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah daerah yang mendorong Festival Paskah sebagai agenda wisata rohani.

Ia menilai, inisiatif tersebut sangat strategis dan perlu didukung secara terpadu, mulai dari promosi yang lebih masif, penguatan infrastruktur, pelibatan UMKM dan masyarakat lokal, hingga pengembangan sektor ekonomi kreatif.

Lepas Pawai Paskah Akbar 2026, Wapres Dorong NTT Jadi Destinasi Wisata Rohani Unggulan
Gibran Rakabuming secara resmi melepas Pawai Paskah Raya 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (06/04/2026)

“NTT memiliki modal yang sangat kuat sebagai destinasi wisata rohani. Ada Semana Santa di Larantuka, Patung Maria Bunda Segala Bangsa di Bukit Nilo, dan kini diperkuat dengan Festival Paskah di Kupang. Ini akan menjadi daya tarik luar biasa yang mampu mendorong pergerakan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Wapres.

Lebih lanjut, Wapres mengingatkan bahwa situasi global saat ini masih diwarnai berbagai tantangan, termasuk konflik di sejumlah kawasan yang berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi dan sosial dunia. Dalam konteks tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan memperkuat persatuan di dalam negeri.

“Kita harus belajar bahwa konflik dan perang membawa kemunduran dan biaya yang sangat mahal, tidak hanya bagi pihak yang berkonflik, tetapi juga dunia secara keseluruhan. Karena itu, sebagai bangsa yang majemuk, kita harus menjaga persatuan, toleransi, dan tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan maupun kabar bohong,” tegasnya.

Baca Juga  Menaker: Nyawa Pekerja Tak Boleh Jadi Taruhan, Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja

Sejalan dengan hal tersebut, Wapres pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa mengedepankan dialog serta penyelesaian secara damai dalam menghadapi perbedaan atau kesalahpahaman, sekaligus saling menguatkan demi menjaga stabilitas nasional.

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *