Nelayan Cilincing Keluhkan Reklamasi Pelabuhan di Marunda, Area Tangkap Ikan Kian Menyusut
JAKARTA, Indonesia jurnalis – Aktivitas reklamasi dan pengurukan laut di kawasan pelabuhan KBN Marunda, reklamasi milik PT Karya Citra Nusantara (KCN) dikeluhkan para nelayan setempat. Proyek perluasan kawasan pelabuhan tersebut dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas nelayan tradisional di pesisir Cilincing dan Marunda.
Para nelayan mengaku sejak proyek reklamasi berjalan, hasil tangkapan ikan terus menurun. Mereka menilai area tangkap tradisional semakin sempit sehingga harus melaut lebih jauh untuk mendapatkan ikan.
Proyek yang dikerjakan PT KCN diketahui mencakup pembangunan tanggul beton dan pengurukan di perairan Cilincing. Infrastruktur tersebut difungsikan sebagai breakwater atau pemecah gelombang sekaligus bagian dari pengembangan Dermaga Pier 3 Marunda.
Ketua Nelayan Cilincing, Riza, mengatakan aktivitas truk pengangkut material urukan dan puing berlangsung selama 24 jam untuk menimbun area laut di sekitar proyek pelabuhan PT KCN/KTU KBN Marunda.
Menurutnya, reklamasi yang terus berlangsung membuat nelayan semakin kesulitan mencari ikan karena wilayah tangkapan mereka semakin menyempit.
“Nelayan sekarang makin jauh melaut untuk mencari ikan. Area yang biasanya menjadi lokasi tangkapan sudah banyak diuruk,” kata Riza, Minggu (17/5/2026).





