BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa M7,7 Guncang Flores NTT, Sebanyak 845 personel Polri Polda NTT dikerahkan untuk mendukung proses penanganan bencana
FLORES NTT, Indonesia jurnalis — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri Peringatan Dini Tsunami pada Sabtu (15/8) pukul 07.30 WIB. Keputusan tersebut diambil setelah gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada pukul 04.58 WIB.
Gempa tersebut sempat memicu potensi tsunami. BMKG menjelaskan, gempa terjadi akibat aktivitas sesar naik atau thrust fault yang mampu menimbulkan guncangan kuat sekaligus berpotensi memicu gelombang tsunami.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, mengatakan hasil analisis menunjukkan gempa tersebut merupakan gempa dangkal dengan kedalaman sekitar 15 kilometer.
Menurut Nelly, gempa bersumber dari aktivitas Flores Back-Arc Thrust, salah satu zona sesar aktif di wilayah tersebut.
“Hasil analisis pemutakhiran parameter menunjukkan episenter gempa bumi berada di laut pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT, atau tepatnya 30 km arah timur laut Nagekeo, NTT,” kata Nelly Florida Riama.
BMKG terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pascagempa dan perkembangan aktivitas seismik di wilayah Flores dan sekitarnya.
Sementara itu, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Polres jajaran bergerak cepat dalam penanganan bencana alam gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Sabtu (15/8/2026).
Sebanyak 845 personel Polri dikerahkan untuk mendukung proses penanganan bencana, yang terdiri dari 168 personel Polda NTT dan 677 personel Polres jajaran. Selain itu, sebanyak 821 personel dari berbagai instansi terkait turut dilibatkan dalam penanganan di lapangan.
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., mengatakan pelibatan personel tersebut merupakan bentuk respons cepat Polri dalam membantu masyarakat terdampak gempa.
“Polda NTT bersama Polres jajaran mengerahkan personel untuk membantu penanganan bencana, khususnya dalam mendukung evakuasi, pelayanan kepada masyarakat dan berbagai kebutuhan penanganan di wilayah terdampak,” ujar Henry, Sabtu (15/8/2026).




