AP2 Indonesia Desak KPK RI Usut Tuntas Dugaan Korupsi DAK Sektor Pertanian, Pendidikan, dan Kesehatan di Kabupaten Sumba Barat Daya

AP2 Indonesia Desak KPK RI Usut Tuntas Dugaan Korupsi DAK Sektor Pertanian, Pendidikan, dan Kesehatan di Kabupaten Sumba Barat Daya. 
Aksi masa Aliansi Pemuda dan Pelajar (AP2)

4.Meminta perlindungan terhadap pelapor dan saksi dalam kasus ini.

AP2 Indonesia Desak KPK RI Usut Tuntas Dugaan Korupsi DAK Sektor Pertanian, Pendidikan, dan Kesehatan di Kabupaten Sumba Barat Daya.
AP2 Indonesia Desak KPK RI Usut Tuntas Dugaan Korupsi DAK Sektor Pertanian, Pendidikan, dan Kesehatan di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Sebagai organisasi kepemudaan, AP2 Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses hukum serta memastikan bahwa kasus ini tidak berhenti di tengah jalan. AP2 Indonesia juga membuka kemungkinan untuk melakukan pelaporan resmi disertai bukti pendukung kepada KPK RI dalam waktu dekat.

“Kami percaya KPK RI harus hadir untuk menjawab keresahan masyarakat dan memastikan keadilan ditegakkan,” tegas perwakilan AP2 Indonesia.

Berdasarkan pemaparan diatas maka dari itu kami selaku pemuda yang peduli terhadap kedaulatan Negara dalam hal ini mendesak KPK RI Untuk Segera Memanggil Dan Memeriksa:

1. Kepala Dinas Pertanian Sumba Barat Daya Atas Dugaan Korupsi DAK Pertanian TA. 2024 Sebesar 13 M dan Dugaan Jual Beli Alsintan Bantuan Dari Kementan RI.

2. Kepala Dinas Kesehatan Sumba Barat Daya Atas Dugaan Korupsi dan Pemotongan Insentif Dokter Spesialis.

3. Kepala Dinas Pendidikan Sumba Barat Daya atas Dugaan Korupsi Dana THR Guru Sebesar 12M yang Sampai Saat ini Belum Di cairkan.

Demikian press release ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmen kami dalam mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia.*

(Sumber rilis Aliansi Pemuda dan Pelajar (AP2) Indonesia)

Redaksi
Author: Redaksi

Baca Juga  Buronan Korupsi Kredit Fiktif Rp9,6 Miliar Berhasil Ditangkap di Jakarta Selatan 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *