Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa Al Washliyah merupakan mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam pembangunan karakter generasi muda serta penguatan nilai-nilai religius di tengah tantangan modernisasi.
Musda ini juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh kader untuk kembali mengingat tujuan awal berdirinya organisasi, yakni menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Selain itu, organisasi ini juga memiliki visi untuk menjadi lembaga yang berkualitas dan produktif dalam mewujudkan keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan (*hablum minallah*) dan sesama manusia (*hablum minannas*), demi terciptanya masyarakat yang aman, makmur, dan diberkahi.
“Siapa pun yang terpilih sebagai pemimpin ke depan, diharapkan mampu membawa organisasi ini menjadi lebih baik dan melanjutkan perjuangan yang telah dirintis sebelumnya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Sairul Amri Saragih, melaporkan bahwa Musda ke-XII ini diikuti sekitar 250 kader yang berasal dari berbagai pengurus daerah. Hal ini, menurutnya, menunjukkan soliditas dan kekompakan Al Washliyah di Kabupaten Simalungun.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua PW Al Washliyah Sumatera Utara Dedi Iskandar Batubara, Anggota DPRD Sumatera Utara Gusmiyadi, Ketua DPRD Simalungun Sugiarto, serta Ketua MUI Kabupaten Simalungun Ki Drajat Purba. Kehadiran para tokoh ini semakin menegaskan posisi Al Washliyah sebagai organisasi yang dipercaya dalam mendukung kemajuan umat dan bangsa.*
(Surya Damanik)




