Carissa Handrian menambahkan, “Kami ingin mengubah cara pandang generasi muda terhadap sampah di sekitar mereka. Melalui Collection Point di sekolah MTsN 36 ini, kami mengenalkan praktik ekonomi sirkular berbasis digital sejak dini. Botol plastik bekas pakai ini sebenarnya adalah aset. Jika dikumpulkan dan dikelola lewat sistem digital yang kami bangun, dampaknya bisa langsung dirasakan oleh komunitas yang membutuhkan dan bahkan bisa mendukung riset ilmiah, bukannya malah menumpuk dan menciptakan masalah lingkungan yang lebih besar.”
Botol plastik diubah dari limbah menjadi berkah melalui Aplikasi Revibes. Selain menjadi sumber pendanaan untuk gerakan ekonomi dan sosial berkelanjutan, gerakan ini juga menggabungkan edukasi finansial, ekonomi dan keberlanjutan, serta menanamkan semangat berani memulai, kemandirian dan inovasi jangka panjang bagi generasi muda dan komunitas masyarakat agar terus peduli terhadap lingkungan sekitar mereka.
Tentang Revibes:
Revibes adalah organisasi non-pemerintah yang bergerak untuk menginspirasi masyarakat agar lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan berani melakukan perubahan. Melalui pemanfaatan teknologi, Revibes fokus dalam menerapkan ekonomi sirkular berbasis digital, menunjukkan bahwa limbah plastik rumah tangga dan sekolah bisa diubah menjadi pendorong dana komunitas dan bahan riset sains, bukan sekadar sampah yang menumpuk di TPA.*
(Redaksi)




