Kehadiran Wapres di Tambakberas sendiri disambut ribuan santri, kiai, ulama, dan tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Wapres mengajak para santri untuk meneladani semangat perjuangan K.H. Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab sebagai tokoh pemersatu bangsa yang berpikiran maju dan cinta tanah air.
“Mbah Kiai Wahab adalah seorang tokoh penggerak yang mewarisi semangat persatuan, cinta tanah air, keberanian berpikir maju, dan komitmen kuat untuk kemajuan bangsa,” ujar Wapres.
Wapres juga menekankan pentingnya kemampuan santri dalam menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai akhlak dan kebangsaan.
“Indonesia butuh anak-anak muda, butuh santri yang berakhlak mulia, cinta tanah air, berani berinovasi, dan mampu beradaptasi. Sekarang ada konflik geopolitik, perang dagang, perang tarif, disrupsi teknologi, dan perubahan iklim. Santri-santri harus mampu beradaptasi,” lanjutnya.
Selain itu, Wapres turut mengapresiasi langkah Pondok Pesantren Bahrul Ulum dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk dengan membuka berbagai program studi di luar bidang keagamaan seperti pertanian, ekonomi, pendidikan, dan teknologi informasi.
Menanggapi jawaban para santri, Wapres mengaku optimistis terhadap masa depan generasi muda pesantren.
“Jawabannya bagus-bagus. Calon pemimpin semua ini. Jadi tenang saja Pak Kiai, ini generasi-generasi penerusnya,” ujar Wapres disambut tepuk tangan hadirin.
Acara haul berlangsung khidmat sekaligus penuh kehangatan. Kehadiran Wapres menjadi perhatian tersendiri bagi para santri yang merasa bangga dapat berinteraksi langsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Turut mendampingi Wapres dalam acara ini, di antaranya Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Jombang Warsubi, Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, serta segenap keluarga besar K.H. Abdul Wahab Chasbullah.*
(Redaksi)




