Ia juga menduga adanya unsur kesengajaan dari pihak pelaksana proyek. Menurutnya, material agregat yang digunakan tampak berkualitas rendah dan kotor.
“Pekerjaan ini diduga ada unsur kesengajaan dari pihak ketiga. Saat pelaksanaan, agregat yang dihamparkan terlihat berkualitas rendah, bahkan seperti tercampur tanah. Kami juga mempertanyakan lemahnya pengawasan dari Kecamatan Mauk yang terkesan tutup mata,” lanjutnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Putri Sulung selaku pelaksana proyek maupun pihak Kecamatan Mauk belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi.*
(DIRMAN)




