NEWS  

Dorong Pemuda Jadi Motor Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal, Fakultas Pertanian Gelar Seminar Nasional

Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi Dorong Pemuda Jadi Motor Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal
Seminar Nasional Tentang Ketahanan Pangan di Universitas Sam Ratulangi Manado (Foto: Istimewa)

Ia menambahkan bahwa pemuda perlu memiliki kesadaran sebagai bagian dari solusi bangsa, tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada kontribusi dalam pemenuhan pangan. Upaya tersebut dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti proyek hidroponik atau kebun kampus, pembuatan konten edukasi pertanian digital, hingga langkah strategis menjadi agripreneur muda.

Combyan Lombongbitung menyampaikan bahwa ketahanan pangan ditentukan oleh tiga unsur utama, yaitu bibit, air, dan pupuk. Ia mengapresiasi kebijakan pemerintah, termasuk Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025, yang mereformasi sistem distribusi pupuk agar lebih efisien dan tepat sasaran melalui pemanfaatan teknologi.

“Pemerintah melalui BUMN PT Pupuk Indonesia telah memainkan peran sentral dalam mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tata kelola pupuk kini semakin sederhana, di mana petani terdaftar dapat menebus pupuk subsidi melalui aplikasi iPubers hanya dengan KTP.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa PT Pupuk Indonesia telah menyalurkan sekitar 74 ribu ton pupuk subsidi di Sulawesi Utara pada tahun 2026, dengan realisasi sekitar 13 persen hingga April.

Dirinya juga menekankan pentingnya pengawasan dari pemuda guna mencegah oknum yang menjual pupuk di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Pemuda perlu turut mengawal agar distribusi tepat sasaran, petani memperoleh manfaat, serta inovasi dan koordinasi terus ditingkatkan,” tutupnya.

Sebagai penutup, seminar ini tidak hanya membuka ruang diskusi di kalangan akademisi dan pemuda, tetapi juga mendorong tindak lanjut konkret berupa penguatan kolaborasi antara kampus, komunitas, dan pemangku kepentingan terkait.

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal bagi inisiatif berkelanjutan, seperti pengembangan program pertanian berbasis kampus dan peningkatan literasi pertanian di kalangan generasi muda, guna mendukung ketahanan pangan di tingkat daerah maupun nasional.

Team Redaksi
Author: Team Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *