Ia menambahkan, gempa ini tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif. Selain itu, peristiwa tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa bermagnitudo 4,7 yang terjadi pada Kamis (9/4/2026).
Hingga pukul 13.51 WITA, hasil pemantauan BMKG mencatat telah terjadi sebanyak 106 gempa susulan (aftershock). Getaran masih dirasakan di sejumlah wilayah, terutama di Lembata dengan intensitas II-III MMI.
Dampak gempa juga dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat peristiwa tersebut.*
(Redaksi)



