Kawal Program Pemerintah hingga Pelosok Negeri, Wapres Dorong Peran Aktif DPP Mahasantri dalam Pembangunan Nasional

Kawal Program Pemerintah hingga Pelosok Negeri, Wapres Dorong Peran Aktif DPP Mahasantri dalam Pembangunan Nasional
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima audiensi Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Mahasantri Indonesia (DPP Mahasantri) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (25/02/2026).
Kawal Program Pemerintah hingga Pelosok Negeri, Wapres meminta keterlibatan generasi muda, termasuk kalangan santri, sebagai mitra strategis pemerintah

JAKARTA, Indonesia jurnalis – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima audiensi Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Mahasantri Indonesia (DPP Mahasantri) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (25/02/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Wapres memaparkan berbagai program kerja Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang pendidikan, yang diarahkan untuk memperkuat pembangunan manusia secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Ketua Umum DPP Mahasantri M. Khairi, Wapres meminta keterlibatan generasi muda, termasuk kalangan santri, sebagai mitra strategis pemerintah, dalam menyukseskan program-program tersebut, tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga di kawasan Indonesia Timur.

“Bapak [Wakil] Presiden berharap anak muda seperti kami ini bisa diterjunkan di Indonesia Timur. Tidak hanya di Jawa Sentris, ataupun orang-orang Timur itu datang ke Jawa. Tetapi juga orang Jawa pun bisa produktif di daerah Timur seperti Papua, NTT, dan lain sebagainya. Karena di sana dalam hal pendidikan dan juga guru masih minim,” tutur Khairi usai pertemuan dengan Wapres.

Lebih lanjut, Khairi mengungkapkan, selain pemerataan akses pendidikan melalui berbagai program seperti Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat, Wapres juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi sebagai salah satu fondasi pembangunan sumber daya manusia. Para santri didorong untuk berperan aktif dalam mengawal kebijakan pemerintah sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

“Lalu arahan untuk santri melek digitalisasi, karena ke depan kita akan menghadapi bonus demografi. SDM di Indonesia ini agar bisa dipersiapkan melalui digitalisasi, AI, dan juga coding,” imbuh Khairi.

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *