Selain titik panas yang terdeteksi melalui satelit, kebakaran lahan juga terjadi di sejumlah wilayah. Salah satunya di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Rabu (19/8/2026). Kebakaran di daerah tersebut menghanguskan sekitar 10,65 hektare lahan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, kejadian itu menambah daftar kebakaran lahan yang terjadi di berbagai wilayah Kalimantan selama musim kemarau tahun ini.
Tingginya jumlah hotspot menjadi salah satu indikator meningkatnya potensi karhutla. Kondisi cuaca kering dan keberadaan lahan gambut membuat sebagian wilayah Kalimantan memiliki risiko kebakaran yang cukup tinggi.
Pencegahan dan penanganan karhutla pun membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, petugas pemadam, aparat keamanan hingga masyarakat. Selain memadamkan api, pengawasan terhadap kawasan rawan kebakaran juga diperlukan untuk mencegah munculnya titik api baru.*
(Redaksi)




