“Ke depan, saya berharap perkumpulan ini tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya para pelaku profesi, tetapi juga menjadi rumah bersama untuk meningkatkan kualitas SDM _permanent makeup_ Indonesia,” ujarnya.
Ia berharap semakin banyak pekerja di bidang _permanent makeup_ memperoleh pelatihan dan mengikuti sertifikasi kompetensi. Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha secara mandiri.
Afriansyah menambahkan, bidang kecantikan tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan kesempatan kerja, kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Di balik setiap profesi _permanent makeup_, ada keterampilan, kreativitas, ketelitian, dan keberanian untuk membangun usaha,” katanya.*
(Biro Humas Kemnaker)




