MIO Indonesia juga mengingatkan bahwa profesi wartawan memiliki peran penting dalam kehidupan demokrasi. Pers berfungsi menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjadi salah satu instrumen pengawasan terhadap penyelenggaraan kekuasaan.
Atas dasar itu, MIO Indonesia meminta Hotman Paris menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada insan pers Indonesia apabila pernyataannya dinilai telah menyinggung dan merendahkan profesi wartawan.
AYS menegaskan, permintaan maaf tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan organisasi pers, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap profesi jurnalistik dan hak masyarakat untuk memperoleh informasi.
“MIO Indonesia meminta yang bersangkutan segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Kami berharap persoalan ini tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas. Namun, apabila penghinaan terhadap profesi wartawan terus dibiarkan, MIO Indonesia bersama jaringan media online di berbagai daerah akan menentukan sikap organisasi,” katanya.
Ia menambahkan, MIO Indonesia tidak menolak kritik terhadap pers. Sebaliknya, kritik merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang dapat menjadi bahan evaluasi bagi media maupun wartawan. Namun, kritik harus disampaikan secara bertanggung jawab dan tidak berubah menjadi penghinaan terhadap profesi.
“Yang kami lawan bukan kritik. Yang kami tolak adalah sikap yang merendahkan profesi wartawan. Kritik silakan. Koreksi silakan. Hak jawab silakan. Tetapi jangan menggeneralisasi dan menghina seluruh wartawan,” ujar AYS.
Menutup pernyataannya, MIO Indonesia menegaskan bahwa kebebasan pers dan kebebasan berekspresi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab serta penghormatan terhadap hukum dan martabat setiap profesi.
“Jangan karena memiliki popularitas, kekayaan, atau panggung publik, seseorang merasa memiliki hak untuk menginjak-injak profesi orang lain. Wartawan adalah bagian dari masyarakat yang bekerja untuk kepentingan publik. Mengkritik pers adalah hak, tetapi merendahkan profesi wartawan tidak dapat dibenarkan,” pungkas AYS Prayogie.
(Red/Humas MIO Indonesia)




