Sementara itu, Markus Kewuta SVD, seorang imam yang telah puluhan tahun bekerja untuk Kantor Kepausan untuk Dialog Antariman, menjelaskan bahwa keragaman latar belakang dan budaya Indonesia diperkirakan dapat melahirkan dokumen deklarasi di Indonesia.
Secara spesifik, Markus menyebutkan, saat menggelar pertemuan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Paus Fransiskus bersama perwakilan pemimpin umat beragama lain akan menandatangani sebuah deklarasi bersama. Markus berpendapat, deklarasi itu akan lebih khas daripada Deklarasi Abu Dhabi yang ditandatangani Paus Fransiskus dan Imam Agung Al Azhar Mesir, Ahmed Al Thayeb.
Markus memperkirakan Paus Fransiskus akan membicarakan nilai-nilai kemanusiaan untuk perdamaian dan kesejahteraan bersama saat lawatannya ke Indonesia. Sebagai kepala negara, Paus juga akan membicarakan soal demokrasi.
Kunjungan Paus Fransiskus diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk semakin memperkokoh persatuan dan kebhinekaan, menuju Indonesia yang lebih bersatu dan harmonis.**
(Ev)




