Letusan Dahsyat Gunung Krakatau 1883, Dentuman keras hingga ke Pulau Rodrigues di dekat Afrika

Letusan Dahsyat Gunung Krakatau 1883, Dentuman keras hingga ke Pulau Rodrigues di dekat Afrika
Letusan Dahsyat Gunung Krakatau 1883. (Ilustrasi AI)
Letusan Dahsyat Gunung Krakatau 1883, Dentuman keras hingga ke Pulau Rodrigues di dekat Afrika dan Menewaskan Sedikitnya 36.417 orang

INDONESIA Jurnalis – Letusan Gunung Krakatau pada 27 Agustus 1883 tercatat sebagai salah satu bencana alam paling dahsyat dalam sejarah dunia. Gunung berapi yang terletak di Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, ini melepaskan energi luar biasa yang dampaknya dirasakan hingga ke berbagai belahan bumi.

Puncak erupsi terjadi pada pagi hari, setelah aktivitas vulkanik meningkat sejak Mei 1883. Dalam satu rangkaian ledakan besar, Krakatau memuntahkan energi yang diperkirakan setara dengan 200 megaton TNT—sekitar empat kali lebih kuat dibandingkan bom nuklir terbesar yang pernah diledakkan manusia. Dahsyatnya letusan tersebut bahkan menyebabkan dua pertiga bagian pulau Krakatau hancur dan hilang ke dalam laut.

Letusan tersebut berkekuatan setara dengan 21.574 bom atom yang meledak di Hiroshima dan Nagasaki. Letusannya terdengar dan dirasakan ribuan kilometer jauhnya seperti Australia dan Pulau Rodrigues di dekat Afrika, menjadikannya suara paling keras yang terekam dalam sejarah.

Ledakan Krakatau juga memicu bencana lanjutan berupa tsunami raksasa. Gelombang setinggi 30 hingga 40 meter menghantam pesisir di wilayah Banten dan Lampung, menghancurkan sedikitnya 165 desa di sepanjang pantai. Ribuan bangunan luluh lantak, sementara masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir tidak sempat menyelamatkan diri.

Tidak hanya berdampak secara lokal, letusan ini juga menimbulkan efek global. Suara ledakan dilaporkan terdengar hingga radius sekitar 4.600 kilometer, menjadikannya salah satu suara terkeras yang pernah tercatat dalam sejarah.

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *