Selain itu, material vulkanik yang terlontar ke atmosfer menyebabkan langit di berbagai belahan dunia menjadi gelap dan memicu penurunan suhu rata-rata Bumi sekitar 1,2 derajat Celsius selama beberapa tahun setelah kejadian.
Dari sisi kemanusiaan, bencana ini menelan korban jiwa dalam jumlah besar. Tercatat sedikitnya 36.417 orang meninggal dunia, sebagian besar akibat terjangan tsunami yang datang tanpa peringatan.
Peristiwa letusan Krakatau 1883 menjadi pengingat akan kekuatan alam yang luar biasa dan pentingnya kewaspadaan terhadap aktivitas vulkanik, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana. Hingga kini, kisah letusan Krakatau tetap dikenang sebagai salah satu tragedi alam terbesar yang pernah terjadi di dunia.*
(Red)




