H. Karman melanjutkan, melalui kegiatan ini, pihaknya ingin mensosialisasikan adat istiadat pernikahan Lombok kepada masyarakat luas di luar komunitas Lombok. “Alhamdulillah, kami bisa tampilkan tradisi ini di Jakarta, di Taman Mini Indonesia Indah, dengan maksud mensosialisasikan adat istiadat kami kepada masyarakat luas di luar masyarakat Lombok,” ujarnya.
Secara adat, lanjut Karman, keluarga perempuan akan menyampaikan bahwa anak gadis mereka telah diambil oleh keluarga laki-laki. Setelah itu, dilakukan negosiasi terkait mas kawin, serta penentuan hari dan tanggal akad nikah secara hukum agama. “Setelah pernikahan sah secara syar’i, barulah masuk ke dalam prosesi adat seperti yang kami tampilkan hari ini,” jelasnya.
Acara ini dihadiri terutama oleh masyarakat NTB, khususnya diaspora Lombok. Namun, pihak penyelenggara juga mengundang teman-teman dan kerabat para pengantin, termasuk pejabat dari Kementerian Luar Negeri dan SKK Migas yang memiliki hubungan dengan masyarakat Lombok.
H. Karman berharap kegiatan ini dapat mempererat ikatan budaya masyarakat Lombok yang berada di perantauan. “Harapannya, masyarakat Lombok yang merantau bisa tetap mengetahui dan menjaga tradisi yang diwariskan dari kampung halaman. Selain itu, masyarakat di luar Lombok juga bisa mengenal kekayaan budaya adat istiadat kami,” pungkasnya.




