Memilih Pemimpin Kampus Negeri: Bukan Sekadar Menebak Pemenang

IMG 20261024 WA0000

Slogan “lebih baik memilih yang menang” tidak menjelaskan perbedaan tersebut. Ia menyebut keuntungan tanpa memastikan siapa penerimanya dan siapa yang menanggung biaya.

Stabil Belum Tentu Terbaik

Permainan koordinasi memberikan ilustrasi. Dua kelompok sama-sama menilai A lebih layak. Jika keduanya mendukung A, hasilnya paling mereka sukai. Namun, masing-masing takut bertahan sendirian ketika kelompok lain mengikuti B.

Akhirnya, keduanya memilih B. Hasil itu menjadi keseimbangan: tidak ada kelompok yang ingin berpindah sendirian. Meskipun demikian, mereka sebenarnya lebih menyukai keadaan ketika bersama-sama mendukung A.

Model hipotetis ini tidak membuktikan kualitas calon tertentu. Ia menunjukkan bahwa mengikuti calon yang diperkirakan menang dapat mencerminkan kegagalan koordinasi, bukan pilihan terbaik.

Dukungan Bukan Pengganti Kualitas

Dukungan eksternal dapat membantu pemimpin menjalankan program. Namun, manfaatnya harus ditelisik. Program apa yang terbantu, sumber daya apa yang tersedia, dan konsekuensi apa yang menyertainya Memilih calon karena mampu menjalankan program berbeda dari memilihnya karena orang lain diperkirakan akan memilihnya.

Senat bukan lembaga peramal kemenangan. Dalam prinsip tata kelola, senat memberikan penilaian akademik independen berdasarkan keahlian dan integritas.

Teori permainan tidak menyatakan bahwa memilih calon favorit selalu tepat. Pilihan strategis dapat dibenarkan, tetapi membutuhkan penjelasan mengenai tujuan, alternatif, dan konsekuensi.

Karena itu, slogan tersebut terlalu sederhana sebagai pedoman ilmiah. Ia memperlakukan hasil sebagai kepastian dan mencampurkan keamanan individu dengan kepentingan kampus.

Realisme bukan mengabaikan kekuasaan, melainkan memperhitungkannya tanpa menyerahkan penilaian kepadanya. Pertanyaan senat bukan sekadar “siapa yang akan menang?”, melainkan “kepemimpinan seperti apa yang ingin kita wujudkan?”

Calon dengan dukungan kuat tetap harus diuji kualitasnya. Dukungan kepada pemenang dapat tepat, tetapi ketepatannya harus lahir dari penilaian terbuka, bukan sekadar keinginan menghindari kekalahan atau mengikuti arah kekuasaan.

Team Redaksi
Author: Team Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *