Tak hanya itu, Partai Buruh juga berencana membentuk organisasi sayap khusus untuk melindungi para pendulang rakyat kecil yang bekerja di sektor industri dan pertambangan tradisional.
“Masyarakat kecil yang hidup dari mendulang perlu perlindungan hukum. Karena itu, kami akan membentuk Serikat Pendulang Rakyat Kecil di Papua Tengah agar mereka memiliki organisasi yang melindungi hak-haknya,” tegas Menase.
Dalam target politik ke depan, Menase optimistis Partai Buruh mampu meraih peningkatan signifikan jumlah kursi legislatif di Papua Tengah. Ia menilai, meskipun pada Pemilu 2024 lalu Partai Buruh bekerja dalam waktu yang relatif singkat, tingkat kepercayaan masyarakat cukup tinggi.
“Ke depan kami siap bekerja selama lima tahun. Kami menargetkan di Papua Tengah bisa meraih sekitar 20 hingga 50 kursi di tingkat kabupaten, meskipun medan kerja tidak mudah,” ungkapnya.
Terkait sistem pemilu, Menase menegaskan komitmen Partai Buruh Papua Tengah untuk tetap mendukung pemilihan langsung oleh rakyat. Ia menyebut, masyarakat Papua menolak sistem pemilu yang dipilih oleh DPR.
“Kami di Papua berkomitmen bahwa pemilu harus dipilih langsung oleh rakyat. Karena masyarakat awam harus diberi hak penuh untuk memilih langsung dari lapangan,” pungkasnya.*
(Ls/red)




