Menurutnya, peristiwa tersebut bukan hanya bentuk kekerasan semata, tetapi juga menjadi ancaman serius terhadap rasa aman warga serta kepercayaan publik.
“Saya mengutuk keras peristiwa tersebut karena kekerasan semacam ini berpotensi menimbulkan kekhawatiran serta memicu rasa saling curiga di tengah masyarakat,” ujarnya.
Suwardi menilai pengusutan yang cepat, menyeluruh, dan transparan sangat penting agar tidak memunculkan spekulasi publik yang dapat merugikan berbagai pihak, termasuk pemerintah sebagai penyelenggara negara.
Ia juga mengapresiasi perintah Presiden kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan. Menurutnya, langkah itu harus diwujudkan melalui proses penyelidikan dan penyidikan yang profesional, akuntabel, serta terbuka kepada publik agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.
“Hubungan antara negara dan masyarakat sipil harus dibangun di atas prinsip saling menghormati, keterbukaan, dan komitmen bersama terhadap supremasi hukum,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Khusus Wakil Presiden Nico Harjanto juga mengecam keras tindakan teror yang dialami Andrie Yunus. Ia menyampaikan simpati mendalam kepada korban, keluarga, serta jajaran KontraS.
“Saya mengecam keras tindakan teror kepada Saudara Andrie Yunus. Simpati saya yang mendalam kepada Mas Andrie, seluruh keluarga, dan jajaran KontraS atas peristiwa ini,” kata Nico.
Ia meminta agar korban mendapatkan perawatan medis terbaik hingga pulih tanpa kendala biaya. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah pemulihan korban serta menemukan pelaku penyerangan.
“Saya minta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan cepat, tunjukkan bahwa hukum di Indonesia hadir untuk melindungi seluruh warga dan menghadirkan rasa aman untuk kita semua,” ujarnya.
Selain itu, Nico juga meminta lembaga terkait untuk memperketat pengawasan terhadap peredaran air keras dan bahan kimia berbahaya yang kerap disalahgunakan untuk tindak kejahatan, tawuran, maupun serangan terhadap warga.
“Saya berharap kejadian tragis yang dialami Mas Andrie adalah yang terakhir,” pungkasnya.*
(Redaksi)




