Perkembangan Operasi SAR, Pelayanan Kesehatan, dan Trauma Healing Longsor Cibeunying

Perkembangan Operasi SAR, Pelayanan Kesehatan, dan Trauma Healing Longsor Cibeunying
Perkembangan Operasi SAR, Pelayanan Kesehatan, dan Trauma Healing Longsor Cibeunying
Perkembangan Operasi SAR, Pelayanan Kesehatan, dan Trauma Healing Longsor Cibeunying

Cilacap, Indonesia jurnalis –  Operasi pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, memasuki hari keempat dengan intensitas kerja yang semakin meningkat. Sejak pagi, tim SAR gabungan memperdalam pencarian di sektor A2 dan A3 dengan mengacu pada pola timbunan sebelumnya serta penandaan terbaru dari unit K9.

Cuaca yang cukup cerah membantu perluasan area galian, meski tim tetap menerapkan kewaspadaan tinggi karena kondisi tanah di lereng masih labil.

Polri mengawali operasi dengan briefing bersama BPBD dan Basarnas untuk mengevaluasi perkembangan, menentukan jalur aman, membagi rute personel, serta menetapkan titik kontrol guna mengantisipasi pergerakan tanah.

Di sektor A2 lokasi ditemukannya dua jenazah dan dua bagian tubuh sebelumnya tim menggunakan pola sebaran material longsor untuk memprediksi titik pencarian berikutnya. Sementara itu, sektor A3 diperkuat personel tambahan karena area tersebut memiliki lapisan timbunan tebal sehingga membutuhkan kerja manual lebih intensif.

Pelayanan Kesehatan Diperkuat

Layanan medis menjadi salah satu prioritas utama dalam operasi ini. Petugas kesehatan Polri bekerja di dua titik, yakni RSUD Majenang sebagai pusat rujukan dan pos pelayanan kesehatan lapangan di dekat lokasi longsor.

Di RSUD Majenang, korban luka menerima pemeriksaan lanjutan seperti penanganan cedera ekstremitas, perawatan luka sobek, serta terapi pernapasan bagi warga yang mengalami inhalasi debu.

Sementara di posko lapangan, tim medis memberikan pertolongan cepat bagi warga yang mengalami kelelahan, syok ringan, hipotermia, hingga serangan panik. Petugas juga mengawal lansia dan anak-anak yang mengalami tekanan fisik akibat kondisi pengungsian.

Untuk mengurangi antrean, jalur layanan dibagi menjadi tiga: pemeriksaan cepat, tindakan ringan, dan rujukan langsung. Mekanisme ini mempercepat penanganan terutama pada jam-jam awal aktivitas evakuasi.

Baca Juga  Seminar Nasional Kebangsaan, Penguatan Peradaban Menyongsong Indonesia Emas 2045

Trauma Healing Diperluas

Layanan psikologis juga diperkuat. Sebanyak 15 personel Tim Trauma Healing Ro SDM Polda Jateng, bersama konselor Polresta Cilacap dan relawan psikososial, diterjunkan untuk mendampingi warga terdampak.

Tim tidak hanya membantu keluarga korban di RSUD Majenang, tetapi juga melakukan pendekatan langsung ke tenda-tenda pengungsian untuk memetakan kondisi emosional warga, terutama mereka yang enggan bercerita namun menunjukkan tanda tekanan psikologis.

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

" Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini "