Pernyataan Bahlil Soal Asal BBM, Peran Singapura dan Jalur Selat Hormuz jadi Sorotan
Indonesia jurnalis – Pernyataan Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, terkait asal pasokan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia menuai perhatian publik. Dalam sebuah podcast “Bukan Abuleke”, Bahlil menegaskan bahwa BBM yang diimpor Indonesia bukan berasal dari Timur Tengah, melainkan dari kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura.
“BBM kita itu tidak diambil dari Timur Tengah, tapi dari Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Singapura. Jadi tidak ada urusannya dengan Selat Hormuz,” ujar Bahlil.
Ia juga menanggapi isu terkait ketahanan stok BBM nasional yang disebut-sebut hanya cukup untuk 21 hari. Menurutnya, hal tersebut perlu diluruskan karena yang dimaksud adalah kapasitas tampung, bukan ketersediaan riil.
“Sekarang yang kita sampaikan adalah kapasitas tampung kita, kapasitas tampung kita tidak lebih dari 25 hari, dan minyak kita yang saya sampaikan itu ada kapasitas 23 hari, bukan berarti lebih dari 23 hari habis , bukan itu maksudnya, itu daya tampungnya,” jelasnya
“Hari ini 23 hari ada yang keluar lagi contoh 1 juta kilo liter, ada masuk lagi, karena produksi kita kan jalan terus, kita ada produksi dalam negeri dan impor kita untuk bbm jadi itu tidak di ambil dari middle east, kita ambil dari mana ? Asia tenggara, di mana Asia tenggara itu? Malaysia dan sebagian dari Singapura. tidak ada urusannya den selat Hormuz.” Ucapnya
Bahlil menambahkan bahwa sejak masa awal kemerdekaan hingga era Orde Baru, Indonesia memang belum pernah membangun fasilitas penyimpanan BBM dengan kapasitas lebih dari 25 hari.
“Kita ini tidak pernah membangun storege lebih dari 25 hari. Sejak Indonesia merdeka yang tadinya di jaman orde baru lifting kita bagus, kita tidak pernah memikirkan storage tempat penampungan kurang lebih dari 25 hari, jadi yang mengatakan habis 21 hari , sory yee ” ucapnya




