Namun demikian, Berdasarkan berbagai sumber, Singapura memang dikenal sebagai salah satu pusat kilang minyak (oil refinery) dan hub perdagangan energi terbesar di Asia Tenggara, meskipun negara tersebut bukan produsen minyak mentah.
Sebagian besar bahan baku minyak mentah yang diolah di Singapura berasal dari negara-negara Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, Oman, Qatar, dan Arab Saudi. Minyak mentah tersebut diangkut melalui jalur pelayaran internasional, termasuk Selat Hormuz, sebelum diolah menjadi BBM dan diekspor kembali ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Data juga menunjukkan bahwa Indonesia masih sangat bergantung pada impor BBM dari Singapura. Pada tahun 2022, sekitar 42 persen dari total impor BBM Indonesia berasal dari negara tersebut.
Dengan demikian, meskipun secara langsung Indonesia mengimpor BBM dari negara-negara Asia Tenggara, keterkaitan dengan rantai pasok global—termasuk peran Timur Tengah dan jalur strategis seperti Selat Hormuz—tetap menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas energi nasional.
Dari informasi tersebut menegaskan pentingnya transparansi data energi serta penguatan infrastruktur penyimpanan dan diversifikasi sumber pasokan guna meningkatkan ketahanan energi Indonesia di masa depan.*
(Redaksi)




