Atas banyaknya dorongan serta permintaan dalam pengembangan jaringan organisasi, FWJ berubah menjadi Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia sesuai dengan legalitas yang telah disahkan oleh negara. Saat ini, FWJ Indonesia telah berkembang di 17 provinsi dan 29 kota/kabupaten, dan pada tahun 2024, kami yakin akan terbentuk di 29 provinsi serta seluruh kota dan kabupaten di Indonesia atau bahkan mancanegara.
FWJ Indonesia juga terfokus pada kesejahteraan pengurus dan anggotanya yang tersebar di seluruh Nusantara. Kami berkomitmen sebagai garda terdepan untuk mengawal pembangunan yang lebih terarah sesuai dengan fungsi kami sebagai kontrol publik tata kelola pemerintah. Kami yakin FWJ Indonesia hadir untuk menjaga nilai-nilai luhur budaya bangsa serta menyongsong Indonesia Maju sesuai dengan motto kami “Bersama Membangun Bangsa.”
Di usia kelima tahun ini, FWJ Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang signifikan, baik dalam jumlah keanggotaan maupun kontribusi terhadap profesi jurnalis dan kebudayaan di Indonesia. Misi dan visi kami adalah sebagai penunjang dan penggerak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, yang telah kami buktikan melalui berbagai kegiatan seperti Jakarta Bukan Sekedar Ibukota di IRTI Monas Jakarta Pusat (2019), Karnaval Budaya Satoe Hati di Ancol (2020), Konser Budaya Satoe Hati di Depok Jawa Barat (2019), berbagai pelatihan dan workshop di Indonesia, serta webinar budaya, kebangsaan, dan kejurnalistikan.
Komitmen kami adalah untuk terus mengoptimalkan kreativitas guna menunjang infrastruktur, baik kualitas SDM maupun pembangunan di berbagai sektor, melalui ikatan kebhinekaan untuk mencetak generasi bangsa yang kredibel dan berkualitas.
Anniversary ke-5 FWJ Indonesia akan digelar di Candi Bentar Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, pada 28 Juli 2024. Acara ini bukan hanya sekedar kegiatan biasa, namun kami sajikan produk acara yang akan mendongkrak elektabilitas profesi berkualitas dan kreativitas yang mumpuni.
Selain itu, rangkaian acara yang telah disusun panitia akan memberikan kepuasan sinergitas kami kepada Taman Impian Jaya Ancol, Kemendagri, Kominfo, Kementerian UMKM, TNI/Polri, Pj Gubernur DKI Jakarta, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, para stakeholder, Paguyuban Kusumo Handrowino Nusantara, Paguyuban Jawa Tengah Nusantara, dan pihak-pihak lainnya yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu,” Tutup Opan**
(Ls/NK)




