“Cadangan beras pemerintah di gudang Bulog sejumlah 5,3 juta ton. Sekali lagi kita ingin memastikan bahwa pangan kita aman, terkendali, harga juga terjangkau bahkan bisa memberi bantuan kepada saudara-saudara kita di negara lain,” ungkap Menteri Pras.
Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat dukungan bagi sektor pertanian, termasuk menjamin ketersediaan pupuk untuk petani.
Menurut Menteri Amran, stok pupuk nasional saat ini dalam kondisi sangat mencukupi. Bahkan, Indonesia mulai melakukan ekspor pupuk ke sejumlah negara seperti Australia, Filipina, Brasil, dan India.
“Pupuk kita lebih dari cukup bahkan kemarin kami ekspor ke Australia, berikutnya Filipina, Brasil, India, bahkan kemarin juga Menteri Pertanian Australia langsung mengucapkan terima kasih 4 kali. Ini kehebatan Bapak Presiden Republik Indonesia gagasan besar beliau kita laksanakan dengan baik,” ujar Menteri Amran.
Selain keberhasilan swasembada beras, Menteri Amran menyebut Indonesia juga telah mencapai swasembada jagung untuk kebutuhan pakan. Ia menambahkan, harga pupuk dalam negeri turut mengalami penurunan hingga 20 persen sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas petani nasional.
“Swasembada beras sudah, kemudian kita ekspor pupuk, harga pupuk dalam negeri turun 20 persen. Kemudian kita sudah swasembada jagung untuk pakan. Berikutnya industri seperti disampaikan tadi Pak Mensesneg,” pungkas Menteri Amran.*
(Pm/red)




