Prof. Jatna juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak di lingkungan perguruan tinggi dan lembaga penelitian yang telah mendukung perjalanan akademiknya, termasuk para mahasiswa dan mitra di lapangan.
Menurutnya, penghargaan Sarwono Award 2026 bukan semata-mata menjadi sebuah pencapaian pribadi, melainkan juga menjadi pengingat bahwa tanggung jawab terhadap ilmu pengetahuan masih sangat panjang.
“Ini sebagai pengingat bahwa pertanggungjawaban kita terhadap pengetahuan masih panjang,” ujarnya.
Ia menambahkan, mahasiswa, mitra lapangan, masyarakat, keluarga, serta berbagai pihak lainnya merupakan bagian penting dalam perjalanan pengabdian dan upaya menjaga kehidupan serta kekayaan alam Indonesia.
Prof. Jatna berharap penghargaan tersebut dapat menjadi dorongan untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, konservasi, serta pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan Indonesia sebagai pusat perhatian dalam upaya konservasi dan pembangunan yang berkelanjutan. Menurutnya, ilmu pengetahuan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kehidupan dan kekayaan alam untuk generasi mendatang.
“Dengan rendah hati, upaya pemerintah dan dunia pengetahuan kepada masyarakat tertentu memberi begitu banyak pelajaran tentang kehidupan, terima kasih atas apresiasinya” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Prof. Jatna kembali menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama perjalanan pengabdian dan kariernya.*
(Ls)




