PT Lima Dua Lima Tiga Tbk Paparkan Kinerja 2025 dan Strategi Pertumbuhan 2026 dalam Public Expose

PT Lima Dua Lima Tiga Tbk Paparkan Kinerja 2025 dan Strategi Pertumbuhan 2026 dalam Public Expose
PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (kode saham: LUCY) menggelar Public Expose Tahunan pada Senin, 29 Desember 2025
PT Lima Dua Lima Tiga Tbk Paparkan Kinerja 2025 dan Strategi Pertumbuhan 2026 dalam Public Expose

 

Jakarta, Indonesia jurnalis – PT Lima Dua Lima Tiga Tbk menggelar Public Expose Tahunan pada Senin, 29 Desember 2025, bertempat di Lucky In The Sky Senayan Park, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh investor, analis pasar modal, perwakilan media, serta jajaran manajemen perusahaan.

Memasuki tahun 2025, Perseroan telah melakukan berbagai inisiatif strategis dengan fokus pada kolaborasi lintas segmen pasar yang lebih tepat dan lebih luas. Langkah ini bertujuan untuk memperoleh verifikasi pasar yang kuat atas strategi dan model bisnis yang dijalankan. Upaya yang dilakukan secara konsisten tersebut telah menunjukkan hasil yang positif, khususnya pada aktivitas operasional di lini depan Perseroan.

Pada sektor makanan dan minuman, kinerja pendapatan menunjukkan tren yang stabil dan tangguh. Pendapatan sektor makanan tercatat berada pada kisaran Rp30–32 miliar pada semester pertama 2025. Setelah mengalami koreksi pada tahun 2024, sektor ini kembali menunjukkan pemulihan dengan pendapatan mencapai Rp8,1 miliar per Juni 2025. Hal ini mencerminkan keberhasilan strategi improvement yang telah dijalankan oleh manajemen.

Selain itu, pendapatan lain-lain mengalami peningkatan yang signifikan, mencapai Rp2,9 miliar. Kenaikan ini terutama didorong oleh kontribusi anak usaha, yaitu New Light Entertainment, yang bergerak di bidang promotor dan pengembangan konsep hiburan (entertainment).

Dari sisi pendapatan utama tahun 2025, Perseroan mencatat adanya fluktuasi ringan dibandingkan dengan tahun 2024. Namun demikian, penjualan minuman tetap stabil di kisaran Rp332 miliar per tahun untuk periode 2023 hingga 2025. Stabilitas ini menunjukkan bahwa Perseroan masih mampu bersaing secara sehat di pasar.

Penjualan makanan sempat mengalami penurunan pada tahun 2024 dibandingkan periode sebelumnya. Namun, pada tahun 2025, Perseroan kembali mencatatkan peningkatan sebesar Rp8 miliar. Perbaikan ini menjadi indikator positif atas efektivitas strategi pemulihan yang diterapkan.

Baca Juga  PT MAXI Gelar RUPST dan Public Expose 2025

Sebagai perbandingan, terdapat dua faktor utama yang memengaruhi kinerja tahun 2024, yaitu:

1. Proses normalisasi pasca-pandemi, di mana tingkat konsumsi mulai mencapai titik jenuh.

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *