Perseroan juga melihat sejumlah faktor yang akan menjadi pendorong utama pertumbuhan industri pelayaran nasional pada 2026. Di antaranya proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap positif, pertumbuhan sektor logistik nasional, meningkatnya distribusi barang kebutuhan pokok dan komoditas strategis, serta aktivitas sektor energi dan pertambangan yang diperkirakan terus meningkat.
Untuk mendukung pertumbuhan usaha, perseroan menyiapkan sejumlah strategi bisnis pada tahun 2026, di antaranya penambahan dan pembangunan armada baru guna meningkatkan kapasitas layanan, optimalisasi utilisasi armada, peningkatan volume kargo, memperluas area operasional, serta memperkuat hubungan dengan pelanggan strategis.
Selain fokus pada ekspansi bisnis, perseroan juga menegaskan komitmennya terhadap tata kelola perusahaan yang baik, pengelolaan risiko yang efektif, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Terkait penggunaan dana hasil IPO, manajemen menjelaskan bahwa perseroan memperoleh hasil bersih penawaran umum sebesar Rp158,4 miliar. Hingga April 2026, dana yang telah direalisasikan mencapai Rp75,1 miliar atau setara 47,4 persen dari total dana hasil penawaran umum.
Dana tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan usaha, khususnya pembangunan tiga unit kapal baru yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026.
“Penambahan armada ini merupakan langkah strategis perseroan dalam meningkatkan kapasitas angkut, memperluas jangkauan layanan, serta menangkap peluang pertumbuhan permintaan jasa transportasi laut di masa mendatang,” jelas manajemen.
Perseroan memastikan penggunaan dana hasil IPO dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai rencana penggunaan dana yang telah disampaikan kepada publik.
Adapun susunan direksi PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk terdiri dari:
* Ibu Go Sioe Bie selaku Direktur Utama
* Bapak Willyharto Tjandra selaku Direktur Operasional
* Bapak Anthony Samuel Rahmatharun selaku Direktur Keuangan
Sementara itu, berdasarkan ringkasan keuangan 2025, perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 3,25 persen, total aset naik 274,46 persen, total liabilitas meningkat 279,40 persen, dan arus kas operasional melonjak hingga 1.832,25 persen.*
(Ls)




