Sementara itu, di bidang robotika, presentasi disampaikan oleh Asep Muhammad Muchsin, santri tingkat MAN, serta Safa Firli Vinicia, santri tingkat MTs. Mereka menampilkan hasil pembelajaran robotika yang melatih logika, keberanian mencoba, serta kerja tim.
Safa mengaku pelatihan robotika memberi pengalaman baru yang menyenangkan.
“Pelatihan ini membuat kami lebih percaya diri belajar teknologi dan berani berinovasi,” tuturnya.
Pelatihan AI sendiri dilaksanakan bekerja sama dengan Microsoft secara hybrid pada 13–14 Januari, sementara pelatihan robotika digelar bersama Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) pada 16–19 Januari 2026.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan salat Asar berjemaah bersama KH. Ubaidillah Ruhiat, kemudian ziarah ke makam pendiri pesantren, KH. Ruhiat, sebagai penghormatan atas jasa beliau dalam membangun fondasi pendidikan Cipasung.**
(Biro Pers, Media Wapres)




