Wahyudin menyebut pelaku utama berjumlah sekitar tiga orang. Ia juga mengaku turut menjadi korban pengeroyokan oleh kelompok yang lebih banyak.
“Saya enggak kenal mereka, karena saya tinggal di Karawang, kakak saya yang di Purwakarta,” katanya.
Peristiwa tersebut terekam dalam video amatir yang kemudian beredar luas di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan momen ketika korban terjatuh serta kepanikan yang terjadi di lokasi hajatan.
Duka mendalam menyelimuti keluarga korban. Istri dan anak korban dilaporkan sempat pingsan setelah kejadian. Bahkan, anak korban masih mengenakan busana pengantin saat menunggu proses pelaporan di kantor polisi.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan memburu para pelaku pengeroyokan. Polisi juga mendalami rekaman video serta keterangan para saksi di lokasi kejadian.*
(Red/NK)




