“Komitmen Pak Wapres sangat kuat ya, belajar dari pengalaman Pak Wapres ketika di Solo juga, cuma menurut Pak Wapres tidak semua tempat sama, treatmentnya harus berbeda. Tapi bahwa kita harus terus berdiri dan membagi harapan dan berjuang bersama, konsolidasi bersama untuk kasus-kasus seperti ini,” ungkapnya.
Isu lain yang turut dibahas pada pertemuan ini, tutur Pdt. Jacky, adalah terkait minimnya ketersediaan guru agama di sejumlah daerah, yang kerap memicu kesalahpahaman dan konflik. Dalam hal ini, Wapres berjanji untuk mendorong kebijakan yang mengakomodasi kebutuhan tersebut, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Pak Wapres juga berjanji untuk secara serius membicarakan itu untuk kesiapan bagaimana baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mengakomodir hal ini,” jelasnya.
Di akhir keterangannya, Ketua Umum PGI menyampaikan harapan agar hasil pembicaraan dalam pertemuan ini dapat diimplementasikan dalam kebijakan nyata.
“Yang pasti, kepastian kehadiran negara baik lewat kehadiran langsung seperti itu tetapi juga kehadiran negara di dalam proses perundang-undangan, proses hukum dan legislasi ya dalam proses keamanan tetapi juga dalam proses-proses rekonstruksi sosial ya,” pungkasnya.
Turut mendampingi Wapres dalam pertemuan tersebut, Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, serta Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Dadan Wildan.**
Jakarta, 4 Agustus 2025, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden




