“Memang kita harus menghilangkan korupsi, penyelewengan, semua praktek-praktek yang tidak benar dan tidak baik yang dilarang oleh semua agama. Itu adalah ajaran agama, itu juga ajaran sejarah. Tidak ada negara yang berhasil mana kala pemerintahnya tidak mampu membersihkan diri dari korupsi,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus bersatu, saling mendukung, serta bekerja keras demi mewujudkan Indonesia yang lebih kuat dan sejahtera.
“Mari kita bersatu, mari kita bekerja keras, mari kita amankan dan selamatkan seluruh rakyat kita. Saya mohon doa terus, saya mohon dukungan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan momentum untuk kembali mengukuhkan komitmen menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam membangun kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Melalui peringatan ini, nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan tidak hanya dibaca, dihayati, dan dihafalkan, tetapi juga benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam ruang publik.
Lebih jauh, Nasaruddin mengingatkan bahwa ajaran Al-Qur’an yang menekankan nilai keadilan, persaudaraan, tanggung jawab moral, amanah, serta kepedulian terhadap kelestarian bumi, memiliki relevansi penting bagi perjalanan bangsa Indonesia.
Selain itu, Nasaruddin mengungkapkan bahwa dalam tradisi keagamaan, para ulama senantiasa mengajarkan agar dakwah dan ucapan menjadi penyejuk yang memperkuat persaudaraan serta mempererat persatuan di tengah masyarakat.
“Dengan semangat itulah, kita berharap nilai-nilai Al-Qur’an terus menjadi sumber inspirasi dalam merawat persatuan bangsa Indonesia serta dalam mewujudkan kehidupan yang damai, adil, dan membawa rahmatan lil ‘alamin,” ucapnya.
Acara ini turut dihadiri oleh para pimpinan lembaga negara, menteri dan anggota Kabinet Merah Putih, khususnya yang berada di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, para ulama, pimpinan organisasi keagamaan, serta tokoh masyarakat.*
(Redaksi/Biro Pers Wapres)




