“Berdasarkan BMKG, kita masih akan dilanda cuaca ekstrem sampai bulan Maret. Oleh sebab itu kita harus selalu siap dan waspada,” ungkapnya.
Untuk jangka panjang, Wapres menekankan perlunya langkah penanganan yang lebih sistematis guna mencegah banjir berulang di wilayah Tuban, termasuk perbaikan tata kelola drainase serta normalisasi sungai.
“Perhatikan tata kelola dan perbaiki sistem drainase, lakukan pengerukan rutin sungai yang mengalami pendangkalan,” tegasnya
Menanggapi arahan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa sejumlah program penanganan banjir di wilayah tersebut memang memerlukan dukungan anggaran dan skema pengerjaan jangka menengah.
“Proses penyelesaiannya memang membutuhkan multi years,” ungkap Khofifah.
Sementara itu, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky melaporkan bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah penanganan di lapangan, termasuk upaya normalisasi sungai serta penguatan infrastruktur pengendali banjir.
“Pada dasarnya semuanya sudah selesai Pak, tinggal normalisasinya saja,” jelasnya.
Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Indrieffouny Indra menyampaikan bahwa pihak perusahaan turut berkontribusi dalam mendukung penanganan dampak bencana melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), termasuk bantuan penanganan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Selain itu, perusahaan juga melakukan langkah-langkah mitigasi lingkungan seperti reklamasi lahan dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan untuk meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi kondisi lingkungan dan masyarakat sekitar.
“Kami memang melakukan beberapa program CSR, termasuk mengalokasikan bantuan untuk penanganan dan pengobatan, baik dalam bentuk dukungan finansial maupun non-finansial,” ujar Indrieffouny.
Turut hadir dalam rapat tersebut, Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Rizki Kresno Edhie Hambali, EVP GHoPo PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Muhammad Supriyadi, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas Muhammad Noor, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali Javid Hurriyanto, serta Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur Denny Kumara.*
(Redaksi)




