“Mereka datang tapi tidak mengerjakan perbaikan tembok yang jebol. Nampak sibuk ngobrol dan sibuk dengan handphone masing-masing,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Forum Wartawan Jaya Indonesia (DPD-FWJI) DKI Jakarta, Rosid. Ia menilai perbaikan tembok taman yang jebol ke aliran Sungai Marunda dilakukan secara lamban dan tidak maksimal.
Menurut Rosid, Kepala Sudin SDA Jakarta Utara seharusnya turun langsung memantau pekerjaan di lapangan dan memastikan bawahannya bekerja secara optimal.
“Bayangkan, perbaikan tembok taman yang jebol sudah dimulai sejak awal Maret lalu, dan hingga saat ini awal Juni 2026, yang dipasang baru papan triplek pembatas pemasangan batu kali dipinggir Kali Marunda,” ujar Rosid.
Ia bahkan meminta Wali Kota Jakarta Utara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kasudin SDA Jakarta Utara.
“Jangan-jangan pekerjaan perbaikan tembok saluran air di wilayah Jakarta Utara banyak yang terbengkalai seperti di Marunda Baru,” katanya.
Rosid juga mengimbau rekan-rekan media di Jakarta Utara untuk ikut mengawasi berbagai proyek perbaikan saluran air agar berjalan sesuai harapan masyarakat.
“Saya mengimbau kepada rekan-rekan media di Jakarta Utara untuk terus memantau kinerja Kasudin SDA Jakarta Utara. Jika ditemukan pekerjaan yang kurang baik, mari kita sama-sama ekspos ke publik agar ke depannya ada perbaikan kinerja Sudin SDA Jakarta Utara ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.*
(Rsyd)




