Akibat keputusan tersebut, Bonawang FC hanya bisa menang 2-1 dan gagal melaju ke semifinal. Suporter yang hadir sempat memadati pinggir lapangan menuntut kejelasan.
Tuntutan ke PSSI Sulut
Pihak Bonawang FC memastikan tetap akan mengajukan keberatan resmi ke PSSI Sulut dan mendesak Askot Kotamobagu segera meninjau ulang rekaman pertandingan serta mengevaluasi kinerja wasit yang “sudah berulangkali menyebabkan kontroversi”.
“Upaya presur publik akan terus kami lakukan, dan upaya prosedural pengajuan keberatan ke PSSI Sulut,” ungkap Ancha selaku asisten manager.
Adapun ungkapan kekecewaan dan peringatan dari salah satu tim manajemen Bonawang FC, yaitu Fikli. Dirinya menegaskan agar PSSI dan Askot Kotamobagu harus secepatnya mengklarifikasi permasalahan kecurangan yang terjadi.
“Askot dan PSSI Kotamobagu hati-hati! Kalian harus bisa segera sadar diri dan mengklarifikasi masalah ini di publik, jangan biarkan nama kalian akan ikut diseret dalam ketidakjelasan masalah atas rasa ketidakadilan yang dirasakan Tim Bonawang FC,” tegas Fikli, yang saat ini juga menduduki Ketua DPD IMM Sulawesi Utara.




