Survei Indikator  85,3% Publik Puas Mudik Lebaran 2026, Sistem Kolaboratif Dinilai Berhasil

Survei Indikator  85,3% Publik Puas Mudik Lebaran 2026, Sistem Kolaboratif Dinilai Berhasil
Pengamat sosial sekaligus akademisi Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, menilai penurunan angka kecelakaan tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak dalam membangun sistem keselamatan yang terintegrasi
Survei Indikator  85,3% Publik Puas Mudik Lebaran 2026, Sistem Kolaboratif Dinilai Berhasil

JAKARTA Indonesia jurnalis– Survei terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 mencapai 85,3 persen. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa pelaksanaan mudik tahun ini dinilai berjalan baik oleh masyarakat.

Pendiri sekaligus peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengungkapkan bahwa tingkat kepuasan tersebut juga tercermin di kalangan pemudik secara langsung. Menurutnya, capaian 85,3 persen menunjukkan penilaian positif terhadap berbagai aspek, mulai dari kelancaran arus hingga faktor keselamatan selama perjalanan.

Selain itu, hasil survei juga mencatat sebanyak 79,8 persen responden meyakini bahwa angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik mengalami penurunan, baik untuk kategori ringan maupun fatal. Hal ini memperkuat persepsi publik terhadap meningkatnya sistem keselamatan dalam arus mudik tahun ini.

Pengamat sosial sekaligus akademisi Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, menilai penurunan angka kecelakaan tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak dalam membangun sistem keselamatan yang terintegrasi.

“Penurunan angka kecelakaan lalu lintas merupakan hasil dari bekerjanya ekosistem keselamatan yang terkoordinasi. Ini tidak hanya bergantung pada satu atau dua aktor, tetapi merupakan desain sistem yang saling mendukung,” ujar Devie.

Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut didorong oleh beberapa faktor utama. Pertama, kebijakan dan penguatan infrastruktur yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti Polri, Kementerian Perhubungan, serta institusi terkait lainnya. Langkah-langkah seperti rekayasa lalu lintas, pengawasan berbasis teknologi seperti ETLE, hingga perbaikan sistem transportasi dinilai berperan penting dalam menciptakan perjalanan yang lebih aman.

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *