Survei Indikator  85,3% Publik Puas Mudik Lebaran 2026, Sistem Kolaboratif Dinilai Berhasil

Survei Indikator  85,3% Publik Puas Mudik Lebaran 2026, Sistem Kolaboratif Dinilai Berhasil
Pengamat sosial sekaligus akademisi Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, menilai penurunan angka kecelakaan tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak dalam membangun sistem keselamatan yang terintegrasi

Faktor kedua adalah kehadiran negara secara langsung di lapangan melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Penempatan petugas di titik-titik strategis, termasuk pos pengamanan di sepanjang jalur mudik, dinilai mampu meningkatkan rasa aman sekaligus kewaspadaan masyarakat.

“Ketika masyarakat melihat kehadiran petugas secara nyata di lapangan, itu meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan, menurunkan potensi pelanggaran, dan yang paling penting memberikan rasa aman bahwa negara hadir,” jelasnya.

Sementara itu, faktor ketiga adalah meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Devie menilai kesadaran kolektif ini menjadi elemen penting yang melengkapi kebijakan dan kehadiran negara.

Ia juga mengapresiasi pemanfaatan teknologi oleh Polri dalam menyediakan informasi secara real time selama periode mudik. Informasi tersebut membantu masyarakat dalam mengambil keputusan perjalanan yang lebih aman dan efisien.

“Keselamatan dan kelancaran mudik bukan hanya hasil kerja negara, tetapi juga gotong royong antara kebijakan yang tepat, kehadiran negara di lapangan, serta kesadaran masyarakat,” pungkas Devie.*

(Pm/red)

Redaksi
Author: Redaksi

Baca Juga  BEM PTNU Pandeglang Berkolaborasi dengan Forum Genre Gelar Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini, Pelecehan Seksual, dan Kenakalan Remaja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *