P4N LXIX Lemhannas RI Gelar Seminar Nasional Tentang Kedaulatan Pangan Nasional Di Tengah Dinamika Geopolitik Global
JAKARTA, Indonesia jurnalis – Peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXIX Lemhannas RI menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Membangun Kedaulatan Pangan Nasional melalui Tata Kelola, Inovasi Teknologi Pertanian dan Human Capital dalam Rangka Menghadapi Dinamika Geopolitik Global” di Ruang Dwi Warna, Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Jakarta, Kamis (2/06/20²6)
Seminar ini menjadi wadah strategis untuk menghimpun pemikiran, pengalaman, dan rekomendasi kebijakan dari para pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sebagai salah satu pilar utama ketahanan nasional.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tantangan global yang memengaruhi sistem pangan dunia, antara lain konflik geopolitik, gangguan rantai pasok internasional, krisis energi, perubahan iklim, serta meningkatnya kebutuhan pangan akibat pertumbuhan penduduk.
Kondisi tersebut menuntut Indonesia untuk memperkuat kemandirian dan kedaulatan pangan melalui kebijakan yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan. Ketahanan pangan tidak lagi dipandang sebagai isu sektoral, tetapi telah menjadi isu strategis yang berkaitan langsung dengan stabilitas
sosial, ekonomi, politik, dan keamanan nasional.
Seminar Nasional dibuka secara resmi oleh Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB.
Ace Hasan Syadzily, M.Si. dan menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. (HC) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., sebagai keynote speaker yang menyampaikan arah kebijakan nasional dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam paparannya, Menko Pangan menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperkuat sistem
pangan nasional yang tangguh, produktif, dan berkelanjutan.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam bidang pangan, pertanian, tata ruang, kelautan, meteorologi, industri pupuk, pendidikan, dan pemberdayaan petani.
Pada Sesi Panel I, seminar menghadirkan para pemangku kepentingan strategis yang membahas berbagai aspek pembangunan pangan nasional. Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., Menteri Pertanian RI, memaparkan materi “Transformasi Industri Manufaktur Pertanian Guna Membangun Kemandirian Pangan.”





