Dalam menjalankan sekolah ini, Agus tidak bekerja sendirian. Ia melibatkan para relawan dan elemen masyarakat yang dengan sukarela membantu mengajar. Para relawan ini menjadi tulang punggung pendidikan di TPA Maju Bersama.
“Para guru di sini adalah relawan yang sangat berdedikasi. Semangat mereka luar biasa, sama seperti semangat anak-anak untuk belajar,” tambah Agus.
Langkah Agus Riyanto mendirikan sekolah ini tidak hanya berdampak langsung pada anak-anak pemulung, tetapi juga menginspirasi banyak pihak. Kepeduliannya menunjukkan bahwa siapa pun bisa berkontribusi untuk masyarakat, tanpa memandang besar atau kecilnya upaya tersebut.
“Saya berharap anak-anak ini memiliki masa depan yang lebih baik. Dengan pendidikan, mereka bisa keluar dari lingkaran kemiskinan dan meraih mimpi-mimpi mereka,” kata Agus penuh harap.
Kini, TPA Maju Bersama terus berjalan, memberikan harapan baru bagi generasi muda yang kurang beruntung. Di tengah kesibukannya sebagai polisi, Agus tetap meluangkan waktu untuk mengajar dan memastikan keberlangsungan sekolah ini.
Melalui dedikasi dan kerja kerasnya, Aiptu Agus Riyanto membuktikan bahwa kepedulian dapat membawa perubahan besar. Sekolah yang ia dirikan di tengah permukiman kumuh bukan hanya tempat belajar, tetapi juga simbol harapan dan semangat untuk masa depan yang lebih cerah.
(Sumber: Humas Polres Metro Jakarta Barat)




