Ancaman Balasan Iran Menggema: Kematian Kepala Intelijen IRGC Picu Operasi khusus Iran yaitu “Pembalasan Menghancurkan”
INTERNASIONAL, Indonesia jurnalis – Iran kembali bergejolak setelah kehilangan Kepala Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mayor Jenderal Sayyid Majid Khademi, akibat serangan yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Senin (6/4).
Kejadian ini memicu ancaman serius dari pihak Iran yang berkomitmen untuk melakukan serangan balasan secara besar-besaran. Dalam pernyataan resmi, IRGC mengungkapkan bahwa mereka telah mempersiapkan operasi khusus yang diberi nama “Pembalasan yang Menghancurkan” untuk menargetkan individu-individu yang dianggap bertanggung jawab atas kematian Khademi.
Pernyataan tersebut, sebagaimana dilansir dari Al Jazeera, menyebutkan bahwa “musuh yang jahat dan putus asa harus menyadari bahwa serangan balasan skala besar oleh Organisasi Intelijen IRGC menunggu para perencana dan pelaku kriminal ini.” Khademi dilaporkan telah tewas dalam serangan udara pada Senin pagi. IRGC menuduh Amerika Serikat dan Israel sengaja menjadikannya target utama dalam operasi tersebut.
Sebelum menjadi Kepala Intelijen IRGC, Khademi diketahui menggantikan Mohammad Kazemi yang juga tewas dalam serangan Israel pada Juni 2025, dalam konflik yang dikenal sebagai Perang 12 Hari.




