BBM Solar Subsidi Diduga Disalahgunakan di Brebes, Nama Opa Jhoni Ambon Disebut dalam Temuan Lapangan
BREBES, Indonesia Jurnalis — Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia menyoroti dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) solar bersubsidi di wilayah Brebes, Jawa Tengah. Dugaan tersebut mencuat setelah tim FWJ Indonesia melakukan pemantauan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), termasuk SPBU Tengguli dan sekitarnya.
Dalam laporan hasil pemantauan tersebut, nama Opa Jhoni Ambon disebut-sebut oleh sejumlah pihak sebagai orang yang diduga berada di balik aktivitas usaha BBM solar tersebut. Namun, tudingan tersebut masih berupa dugaan dan perlu dibuktikan melalui penyelidikan serta penegakan hukum oleh aparat yang berwenang.
FWJ Indonesia menyebut informasi mengenai dugaan tersebut diperoleh setelah melakukan konfirmasi kepada seorang koordinator lapangan berinisial TJ. Selain itu, tim juga mengaku menemukan sejumlah armada truk besar yang diduga melakukan pengisian solar subsidi secara berulang.
Menurut laporan tim FWJ Indonesia kepada Ketua Umum FWJ Indonesia pada Minggu (23/8/2026), pemantauan dilakukan pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di kawasan SPBU Tengguli.
“Yang kami temui di SPBU Tengguli itu hari Sabtu tanggal 22 Agustus 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Armadanya besar-besar, pengakuan dari para supir armadanya yang berhasil kami tanyakan ada 6 unit armada truk fuso tronton. Dan setiap harinya muter di SPBU-SPBU Tengguli ini dan sekitarnya,” ucap tim FWJ Indonesia.
Tim FWJ Indonesia mengaku menemukan beberapa armada truk fuso tronton yang diduga bolak-balik melakukan pengisian BBM solar subsidi. Mereka menyebut terdapat armada yang melakukan pengisian hingga tiga kali dengan kendaraan yang sama, sementara nomor polisi yang digunakan disebut berbeda.
Temuan tersebut, menurut FWJ Indonesia, menimbulkan pertanyaan serius mengenai pengawasan distribusi BBM bersubsidi, khususnya apabila benar terjadi pembelian dalam jumlah besar untuk kemudian dijual kembali dengan harga industri.
“Bayangkan jika 1 armada truk fuso tronton mengisi 8 ton, dikalikan saja 6 armada yang sama. 48 ton BBM solar bersubsidi sehari atau mungkin bisa sehari 2 kali mereka menyedotnya di SPBU-SPBU, maka habislah subsidi BBM untuk rakyat. Kemudian mereka jual kembali dengan harga industri. Bangkrut negara ini dibuatnya,” jelas tim FWJ Indonesia.
Tim FWJ Indonesia Mengaku Dihadang
Dalam proses pemantauan tersebut, tim FWJ Indonesia juga mengaku mengalami situasi yang cukup tegang. Mereka menyebut sempat dihadang oleh sejumlah orang yang diduga berasal dari kelompok tertentu.
Menurut tim, situasi tersebut nyaris menimbulkan keributan. Namun, seorang pria yang mengaku sebagai warga setempat atau akamsi, berinisial DN, disebut kemudian datang dan berusaha melerai agar tidak terjadi bentrokan di tempat umum.
Dalam perkembangan berikutnya, tim FWJ Indonesia mengaku mendapatkan informasi bahwa usaha tersebut disebut-sebut berkaitan dengan Opa Jhoni. Mereka juga menyebut nama Ari Gimbal yang diduga berperan sebagai pengendali lapangan di kawasan SPBU Tengguli dan sekitarnya.
Meski demikian, seluruh informasi dan tudingan tersebut masih merupakan hasil temuan serta keterangan dari pihak-pihak yang ditemui tim FWJ Indonesia. Belum ada keterangan resmi dari Opa Jhoni Ambon maupun pihak yang disebut lainnya untuk mengonfirmasi atau membantah tudingan tersebut.
FWJ Pertanyakan Pengawasan Aparat
FWJ Indonesia kemudian mempertanyakan pengawasan Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya di wilayah hukum Polsek Tanjung dan Polres Brebes.




