Menurutnya, skema semacam itu tidak mencerminkan praktik bisnis yang sehat karena bergantung pada kebijakan administratif, bukan pada kebutuhan dan permintaan pasar.
“Kalau hari ini ASN diterbangkan, besok mau diterbangkan lagi ASN lagi? Kan tidak bisa. Ini kurang sehat,” ujarnya.
Sebagai informasi, Bandara Kertajati yang berlokasi di Kabupaten Majalengka diresmikan Presiden Joko Widodo pada 24 Mei 2018 dengan nilai investasi sekitar Rp2,6 triliun. Saat peresmian, Jokowi menyebut Kertajati sebagai bandara masa depan yang diharapkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.
Presiden Jokowi juga beberapa kali menyampaikan optimismenya terhadap prospek Kertajati, termasuk menyebut ketertarikan investor asing terhadap kawasan tersebut. “Kalau negara lain berbondong-bondong masuk, artinya di Kertajati ini ada sesuatu,” ujar Jokowi pada Juli 2023.
Namun hingga kini, operasional BIJB Kertajati masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam menarik maskapai dan penumpang. Wacana penghentian sementara yang dilontarkan Dedi Mulyadi pun berpotensi memunculkan perdebatan baru terkait arah kebijakan transportasi udara serta pengelolaan aset strategis milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.**
(nk/nk)




