“Pekerjaan dilakukan seakan ada unsur kesengajaan. Paving block lama tidak dibongkar, hanya tambal sulam lalu ditimpa hotmix. Sangat jelas pekerjaan seperti itu tidak mungkin bisa bertahan lama,” ucap warga
Selain menyoroti kualitas pekerjaan, lemahnya pengawasan dari Kecamatan Kemiri terhadap proyek tersebut. Pengawas proyek dinilai seolah tutup mata terhadap dugaan pelanggaran teknis di lapangan.
Media INJ juga telah mencoba mengonfirmasi Hendi selaku pengawas dari Kecamatan Kemiri melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan respons ataupun keterangan resmi.
Sampai berita ini di terbitkan, pihak Kecamatan Kemiri juga belum dapat dikonfirmasi terkait dugaan pengerjaan proyek yang tidak sesuai spesifikasi tersebut.*
(Dirman)




