“Lalu, karena di Jogja ini banyak akademisi orang-orang pintar tentunya, banyak libatkan mereka untuk R&D (penelitian dan pengembangan) untuk bibit dan juga untuk nanti ke depan masalah hilirisasi tebu yang nanti kaitannya dengan etanol,” imbaunya.
Wapres juga menegaskan perlunya peremajaan tanaman tebu sebagai langkah strategis meningkatkan produktivitas dan rendemen nasional.
“Saya titip Pak Menteri untuk masalah replanting. Saya kira dari Pak Presiden sudah memberikan arahan langsung ya masalah replanting ini harus segera diperbaiki,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres menyampaikan apresiasi kepada TNI AU yang telah menyediakan lahan produktif bagi pengembangan perkebunan tebu. Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah.
“Karena ini ada Pak Wagub, Pak Bupati, saya mohon dari pusat dan daerah harus sama-sama sinergi,” tandasnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menjelaskan bahwa Rembuk Tani menjadi forum penting bagi semua pemangku kepentingan untuk saling bertukar pikiran dan memperkuat strategi ketahanan pangan.
“Rembuk tani ini [forum] kumpul-kumpul untuk bisa bersharing (berbagi) informasi, bertukar pemikiran, supaya bisa mendukung peningkatan produksi pertanian,” ungkapnya.
Usai menyampaikan sambutan, Wapres meninjau stan-stan teknologi pertanian PT Pupuk Indonesia, menyaksikan demonstrasi penggunaan drone, dan berdialog langsung dengan para petani. Sebagai bentuk dukungan nyata, Wapres juga menyerahkan bantuan pupuk non-subsidi sebanyak 10 ton secara simbolis kepada para petani, guna mendorong produktivitas dan efisiensi pertanian berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Anggota Komisi V DPR RI Danang Wicaksana, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, serta Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma’ruf.
Sleman, 8 Juli 2025
(Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden)




